KNOWLEDGE MANAGEMENT SEBAGAI PENINGKAT KINERJA KARYAWAN DAN SHARING INFORMASI (SUMBER DAYA MANUSIA)
ABSTRAK
Diera informasi dan teknologi saat ini diharapkan knowledge management dapat memberikan kontribusi yang baik bagi sumber daya manusia khususnya dalam ranah kerja perusahaan pada divisi Sumber Daya Manusia. Keragaman ide, cara pandang dan pikiran individu yang berbeda mendorong timbulnya seseorang untuk menuangkannya kedalam tulisan baik itu pengetahuan maupun informasi seputar dirinya (sharing knowledge). Knowledge merupakan salah satu bentuk intangible asset (asset wujud) yang sangat berperan dalam persaingan yang dialami oleh perusahaan. Knowledge management sebagai proses dimana organisasi mengumpulkan aset pengetahuan (knowledge asset) dan menggunakannya untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Pengetahuan ini ditampung oleh Knowledge Management System yang meng induki seluruh ide pikiran yang dituangkan.
Kata kunci: Knowledge Management (KM), intangible asset, Share Knowledge, Knowledge Management System (KMS).
Pendahuluan
Otak manusia tidaklah selalu bisa menyimpan ingatan dengan baik. Pada dasarnya otak manusia hanya bekerja 3% dari biasanya kecuali orang dengan kemampuan lebih (genius) sebesar 4%. Untuk mengoptimal kenerja otak kita dan menyimpan idem aka harus ada system yang mengelola segala buah pemikiran otak kita.
Knowledge Management merupakan salah satu jalan keluar untuk mengoptimalkan penyimpana buah pemikiran kita. Knowledge management dirancang untuk menampung segala catatn yang ditulis oleh kita dari buah pemikiran baik itu bersifat ilmiah maupun non ilmiah.
Identifikasi Masalah
Potensi sumber daya pengetahuan sebagai intangible asset perusahaan belum dapat dioptimalkan dan eksplorasi dengan baik. Diperlukan adanya suatu metode untukmengelola aset kapital tersebut agar dapat dikomunikasikan dan digunakan bersama antar individu/instansi terkait. Pengetahuan dalam kapasitasnya sebagai pendukung kebijakan dan pengambilan keputusan perlu disimpan dalam repository secara terstruktur.
Rumusan permasalahan yang harus dijawab yaitu: Bagaimanakah membangun budaya knowledge sharing antar pegawai dalam rangka peningkatan karyawan?
Untuk menjawab permasalahan tersebut diatas,maka diperlukan strategi untuk menciptakan nilai, yang mampu meningkatkan efektivitas dan produktifitas intelektual organisasi, menuju keunggulan yang lebih kompetitif.
Agar dapat berperan optimal, pengetahuansebagai aset intangible perlu dieksplorasi dan dikelola dengan baik agar dapat berperan lebihoptimal.
Metodologi penulisan
Penulisan jurnal ini menggunakan beberapa referensi sumber yang diperoleh dari internet, maupun jurnal untuk memperoleh data yang akurat dan informasi yang memadai dalam kajian penulisan jurnal ini.
Konsep Knowledge Management
Knowledge management menjadi guidance tentang pengelolaan intangible assets yang menjadi pilar perusahaan dalam menciptakan nilai (dari produk/jasa/solusi) yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggannya.

Oleh karena itu, pemahaman mengenai nilai buku perusahaan harus disertai dengan pemahaman nilai intangible assets perusahaan. Jenis penerapan knowledge management ada dua, yaitu:
- Tacit Knowledge
Pada dasarnya tacit knowledge bersifat personal, dikembangkan melalui pengalaman yang sulit untuk diformulasikan dan dikomunikasikan (Carrillo et al., 2004). Berdasarkan pengertiannya, maka tacit knowledge dikategorikan sebagai personal knowledge atau dengan kata lain pengetahuan yang diperoleh dari individu (perorangan).
Pengalaman yang diperoleh tiap karyawan tentunya berbeda-beda berdasarkan situasi dan kondisi yang tidak dapat diprediksi. Definisi experience yang diambil dari kamus bahasa Inggris adalah the process of gaining knowledge or skill over a period of time through seeing and doing things rather than through studying. Yang artinya proses memperoleh pengetahuan atau kemampuan selama periode tertentu dengan melihat dan melakukan hal-hal daripada dengan belajar.
- Explicit knowledge
Explicit knowledge bersifat formal dan sistematis yang mudah untuk dikomunikasikan dan dibagi (Carrillo et al., 2004). Penerapan explicit knowledge ini lebih mudah karena pengetahuan yang diperoleh dalam bentuk tulisan atau pernyataan yang didokumentasikan, sehingga setiap karyawan dapat mempelajarinya secara independent. Explicit knowledge dalam penelitian ini adalah job procedure dan technology. Job procedure adalah tanggung jawab atau tugas yang bersifat formal atau perintah resmi atau cara melakukan hal-hal. Salah satu bentuk konkret dari explicit knowledge adalah Standard Operation Procedure. Standard Operation Procedure atau prosedur pelaksanaan dasar dibuat untuk mempertahankan kualitas dan hasil kerja, dimana tugas-tugas akan semakin mudah dikerjakan dan tamu akan terbiasa dengan sistem pelayanan yang ada.

Siklus knowledge management dan process management
Pada penerapannya diperusahaan kedua siklus ini dintegrasikan sehingga didapatkan process knowledge yang menunjang efisiensi aktivitas proses perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis proses. Proses knowledge dibagi atas tiga yakni :
- Proses template knowledge
Merupakan proses analisa dan simulasi informasi yang didapatkan dari tahap desain, yang didalamnya terdapat latar belakang pengembangan dari template.
- 2. Proses instance knowledge
Merupakan proses yang ditetapkan sebagai model dengan kinerja proses yang diukur dan dievaluasi secara terintegrasi, yang didalamnya terdapat pengaruh lingkungan, sumber daya, tujuan dan hasil.
- 3. Proses related knowledge
Merupakan proses yang ditetapkan sebagai knowledge yang telah dibuat dan digunakan sebagai sebuah bisnis proses. Secara umum proses pengetahuan ini secara eksplisit dinyatakan oleh manajemen tradisional sebuah proses yang persepektif.
Proses pengetahuan bukan saja memuat pengetahuan seperti dalam sistem manajemen konvensional akan tetapi juga mengembangkan pengetahuan dari informasi yang diciptakan dari siklus business process management.
Konsep Kinerja Karyawan
Kinerja merupakan hasil kerja atau karya yang dihasilkan oleh masing-masing karyawan untuk membantu badan usaha dalam mencapai dan mewujudkan tujuan badan usaha. Pada dasarnya kinerja dari seseorang merupakan hal yang bersifat individu karena masing-masing dari karyawan memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. Kinerja seseorang tergantung pada kombinasi dari kemampuan, usaha, dan kesempatan yang diperoleh (Dale, 1992, p. 3). Menurut Bernardin dan Russel (1993, p. 382) terdapat 6 kriteria untuk menilai kinerja karyawan, yaitu:
1. Quality
Tingkatan dimana proses atau penyesuaian pada cara yang ideal di dalam melakukan aktifitas atau memenuhi aktifitas yang sesuai harapan.
2. Quantity
Jumlah yang dihasilkan diwujudkan melalui nilai mata uang, jumlah unit, atau jumlah dari siklus aktifitas yang telah diselesaikan.
3. Timeliness
Tingkatan di mana aktifitas telah diselesaikan dengan waktu yang lebih cepat dari yang ditentukan dan memaksimalkan waktu yang ada untuk aktifitas lain.
4. Cost effectiveness
Tingkatan dimana penggunaan sumber daya perusahaan berupa manusia, keuangan, dan teknologi dimaksimalkan untuk mendapatkan hasil yang tertinggi atau pengurangan kerugian dari tiap unit.
5. Need for supervision
Tingkatan dimana seorang karyawan dapat melakukan pekerjaannya tanpa perlu meminta pertolongan atau bimbingan dari atasannya.
6. Interpersonal impact
Tingkatan di mana seorang karyawan merasa percaya diri, punya keinginan yang baik, danbekerja sama di antara rekan kerja.
Namun dari ke-6 kriteria tersebut, terdapat kriteria yang penulis anggap tidak relevan untuk penelitian ini, yaitu cost effectiveness dikarenakan yang dapat mengetahui dan melakukan pengukuran keefektifan biaya adalah karyawan pada level managemen bukan karyawan operasional,
Manfaat Knowledge Management
Berikut adalah manfaat knowledge management bagi perusahaan dilihat dari beberapa segi:
- People lebih mandiri dan menambah kepuasan pada kerja
- Proses, dari segiproses di bedakan menjadi 3 kategori (efektifitas, efisiensi, inovasi).
- Efektifitas ; lebih efektif dengan cara membantu organisasi untuk lebih memilih dan menjalankan proses yang paling layak.
- Efisiensi ; proses lebih efisien dengan cara meningkatkan produtifitas dan menghemat biaya.
- Inovasi ; meningkatkan kultur berbagi dan diskusi interaktif untuk mencari ide kreatif dan fsilitas eksploitasi ide yang lebih efektif.
- Produk ; meningkatkan nilai tambah produk karena adanya 3 kategori dari proses di atas.
- Performance (kinerja perusahaan) ; knowledge management dipandang sebaga fasilitator untuk menghasilkan pengetahuan yang digunakan untuk memproduksi produk inovatif yang dapat mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaan.
Kesimpulan dan Saran
Knowledge management merupakan cara untuk mempertahankan konsistensi keragaman ide, cara pandang dan pikiran individu. Secara global knowledge management merupakan memori sekunder yang menyimpan seluruh ide pemikiran individe karyawan suatu perusahaan.
Knowledge management pun dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam menumbuhkan ide-ide kreatif dan sebagai media sharing antar karyawan. Selain itu, memudahkan divisi Sumber Daya Manusia dalam menilai kinerja seorang karyawan dan mengambil keputusan. Untuk mewujudkannya maka harus ada system yang berkesinambungan seperti dibangunnya Knowledge Management Sistem.
Daftar Pustaka






















