Taufik Ikbal

Hey Ho, This My Blog

KNOWLEDGE MANAGEMENT SEBAGAI PENINGKAT KINERJA KARYAWAN DAN SHARING INFORMASI (SUMBER DAYA MANUSIA)

October19

ABSTRAK

Diera informasi dan teknologi saat ini diharapkan knowledge management dapat memberikan kontribusi yang baik bagi sumber daya manusia khususnya dalam ranah kerja perusahaan pada divisi Sumber Daya Manusia. Keragaman ide, cara pandang dan pikiran individu yang berbeda mendorong timbulnya seseorang untuk menuangkannya kedalam tulisan baik itu pengetahuan maupun informasi seputar dirinya (sharing knowledge). Knowledge merupakan salah satu bentuk intangible asset (asset wujud) yang sangat berperan dalam persaingan yang dialami oleh perusahaan. Knowledge management sebagai proses dimana organisasi mengumpulkan aset pengetahuan (knowledge asset) dan menggunakannya untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Pengetahuan ini ditampung oleh Knowledge Management System yang meng induki seluruh ide pikiran yang dituangkan.

Kata kunci: Knowledge Management (KM), intangible asset, Share Knowledge, Knowledge Management System (KMS).


Pendahuluan

Otak manusia tidaklah selalu bisa menyimpan ingatan dengan baik. Pada dasarnya otak manusia hanya bekerja 3% dari biasanya kecuali orang dengan kemampuan lebih (genius) sebesar 4%. Untuk mengoptimal kenerja otak kita dan menyimpan idem aka harus ada system yang mengelola segala buah pemikiran otak kita.

Knowledge Management merupakan salah satu  jalan keluar untuk mengoptimalkan penyimpana buah pemikiran kita. Knowledge management dirancang untuk menampung segala catatn yang ditulis oleh kita dari buah pemikiran baik itu bersifat ilmiah maupun non ilmiah.

Identifikasi Masalah

Potensi sumber daya pengetahuan sebagai intangible asset perusahaan belum dapat dioptimalkan dan eksplorasi dengan baik. Diperlukan adanya suatu metode untukmengelola aset kapital tersebut agar dapat dikomunikasikan dan digunakan bersama antar individu/instansi terkait. Pengetahuan dalam kapasitasnya sebagai pendukung kebijakan dan pengambilan keputusan perlu disimpan dalam repository secara terstruktur.

Rumusan permasalahan yang harus dijawab yaitu: Bagaimanakah membangun budaya knowledge sharing antar pegawai dalam rangka peningkatan karyawan?

Untuk menjawab permasalahan tersebut diatas,maka diperlukan strategi untuk menciptakan nilai, yang mampu meningkatkan efektivitas dan produktifitas intelektual organisasi, menuju keunggulan yang lebih kompetitif.

Agar dapat berperan optimal, pengetahuansebagai aset intangible perlu dieksplorasi dan dikelola dengan baik agar dapat berperan lebihoptimal.

Metodologi penulisan

Penulisan jurnal ini menggunakan beberapa referensi sumber yang diperoleh dari internet, maupun jurnal untuk memperoleh data yang akurat dan informasi yang memadai dalam kajian penulisan jurnal ini.

Konsep Knowledge Management

Knowledge management menjadi guidance tentang pengelolaan intangible assets yang menjadi pilar perusahaan dalam menciptakan nilai (dari produk/jasa/solusi) yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggannya.

knowledge management

Oleh karena itu, pemahaman mengenai nilai buku perusahaan harus disertai dengan pemahaman nilai intangible assets perusahaan. Jenis penerapan knowledge management ada dua, yaitu:

  1. Tacit Knowledge

Pada dasarnya tacit knowledge bersifat personal, dikembangkan melalui pengalaman yang sulit untuk diformulasikan dan dikomunikasikan (Carrillo et al., 2004). Berdasarkan pengertiannya, maka tacit knowledge dikategorikan sebagai personal knowledge atau dengan kata lain pengetahuan yang diperoleh dari individu (perorangan).

Pengalaman yang diperoleh tiap karyawan tentunya berbeda-beda berdasarkan situasi dan kondisi yang tidak dapat diprediksi. Definisi experience yang diambil dari kamus bahasa Inggris adalah the process of gaining knowledge or skill over a period of time through seeing and doing things rather than through studying. Yang artinya proses memperoleh pengetahuan atau kemampuan selama periode tertentu dengan melihat dan melakukan hal-hal daripada dengan belajar.

  1. Explicit knowledge

Explicit knowledge bersifat formal dan sistematis yang mudah untuk dikomunikasikan dan dibagi (Carrillo et al., 2004). Penerapan explicit knowledge ini lebih mudah karena pengetahuan yang diperoleh dalam bentuk tulisan atau pernyataan yang didokumentasikan, sehingga setiap karyawan dapat mempelajarinya secara independent. Explicit knowledge dalam penelitian ini adalah job procedure dan technology. Job procedure adalah tanggung jawab atau tugas yang bersifat formal atau perintah resmi atau cara melakukan hal-hal. Salah satu bentuk konkret dari explicit knowledge adalah Standard Operation Procedure. Standard Operation Procedure atau prosedur pelaksanaan dasar dibuat untuk mempertahankan kualitas dan hasil kerja, dimana tugas-tugas akan semakin mudah dikerjakan dan tamu akan terbiasa dengan sistem pelayanan yang ada.

km

Siklus knowledge management dan process management

Pada penerapannya diperusahaan kedua siklus ini dintegrasikan sehingga didapatkan process knowledge yang menunjang efisiensi aktivitas proses perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis proses. Proses knowledge dibagi atas tiga yakni :

  1. Proses template knowledge

Merupakan proses analisa dan simulasi informasi yang didapatkan dari tahap desain, yang didalamnya terdapat latar belakang pengembangan dari template.

  1. 2. Proses instance knowledge

Merupakan proses yang ditetapkan sebagai model dengan kinerja proses yang diukur dan dievaluasi secara terintegrasi, yang didalamnya terdapat pengaruh lingkungan, sumber daya, tujuan dan hasil. 

  1. 3. Proses related knowledge

Merupakan proses yang ditetapkan sebagai knowledge yang telah dibuat dan digunakan sebagai sebuah bisnis proses. Secara umum proses pengetahuan ini secara eksplisit dinyatakan oleh manajemen tradisional sebuah proses yang persepektif.

Proses pengetahuan bukan saja memuat pengetahuan seperti dalam sistem manajemen konvensional akan tetapi juga mengembangkan pengetahuan dari informasi yang diciptakan dari siklus business process management.

Konsep Kinerja Karyawan

Kinerja merupakan hasil kerja atau karya yang dihasilkan oleh masing-masing karyawan untuk membantu badan usaha dalam mencapai dan mewujudkan tujuan badan usaha. Pada dasarnya kinerja dari seseorang merupakan hal yang bersifat individu karena masing-masing dari karyawan memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. Kinerja seseorang tergantung pada kombinasi dari kemampuan, usaha, dan kesempatan yang diperoleh (Dale, 1992, p. 3). Menurut Bernardin dan Russel (1993, p. 382) terdapat 6 kriteria untuk menilai kinerja karyawan, yaitu:

1. Quality

Tingkatan dimana proses atau penyesuaian pada cara yang ideal di dalam melakukan aktifitas atau memenuhi aktifitas yang sesuai harapan.

2. Quantity

Jumlah yang dihasilkan diwujudkan melalui nilai mata uang, jumlah unit, atau jumlah dari siklus aktifitas yang telah diselesaikan.

3. Timeliness

Tingkatan di mana aktifitas telah diselesaikan dengan waktu yang lebih cepat dari yang ditentukan dan memaksimalkan waktu yang ada untuk aktifitas lain.

4. Cost effectiveness

Tingkatan dimana penggunaan sumber daya perusahaan berupa manusia, keuangan, dan teknologi dimaksimalkan untuk mendapatkan hasil yang tertinggi atau pengurangan kerugian dari tiap unit.

5. Need for supervision

Tingkatan dimana seorang karyawan dapat melakukan pekerjaannya tanpa perlu meminta pertolongan atau bimbingan dari atasannya.

6. Interpersonal impact

Tingkatan di mana seorang karyawan merasa percaya diri, punya keinginan yang baik, danbekerja sama di antara rekan kerja.

Namun dari ke-6 kriteria tersebut, terdapat kriteria yang penulis anggap tidak relevan untuk penelitian ini, yaitu cost effectiveness dikarenakan yang dapat mengetahui dan melakukan pengukuran keefektifan biaya adalah karyawan pada level managemen bukan karyawan operasional,

Manfaat Knowledge Management

Berikut adalah manfaat knowledge management bagi perusahaan dilihat dari beberapa segi:

  1. People lebih mandiri dan menambah kepuasan pada kerja
  2. Proses, dari segiproses di bedakan menjadi 3 kategori (efektifitas, efisiensi, inovasi).

-       Efektifitas ; lebih efektif dengan cara membantu organisasi untuk lebih memilih dan menjalankan proses yang paling layak.

-       Efisiensi ; proses lebih efisien dengan cara meningkatkan produtifitas dan menghemat biaya.

-       Inovasi ; meningkatkan kultur berbagi dan diskusi interaktif untuk mencari ide kreatif dan fsilitas eksploitasi ide yang lebih efektif.

  1. Produk ; meningkatkan nilai tambah produk karena adanya 3 kategori dari proses di atas.
  2. Performance (kinerja perusahaan) ; knowledge management dipandang sebaga fasilitator untuk menghasilkan pengetahuan yang digunakan untuk memproduksi produk inovatif yang dapat mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaan.

Kesimpulan dan Saran

Knowledge management merupakan cara untuk mempertahankan konsistensi keragaman ide, cara pandang dan pikiran individu. Secara global knowledge management merupakan memori sekunder yang menyimpan seluruh ide pemikiran individe karyawan suatu perusahaan.

Knowledge management pun dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam menumbuhkan ide-ide kreatif dan sebagai media sharing antar karyawan. Selain itu, memudahkan divisi Sumber Daya Manusia dalam menilai kinerja seorang karyawan dan mengambil keputusan. Untuk mewujudkannya maka harus ada system yang berkesinambungan seperti dibangunnya Knowledge Management Sistem.

Daftar Pustaka

http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&ct=res&cd=4&ved=0CA8QFjAD&url=http%3A%2F%2Fstudent.eepis-its.edu%2F~okoj%2FNew%2520Folder%2F7403040021.pdf&rct=j&q=akhmad+hidayatno-knowledge+management+system&ei=pmXcStXXNdKCkAX2sZnJDg&usg=AFQjCNHbwbEKIOx8iEUqT0zCUEJvNbYp7w

http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&ct=res&cd=4&ved=0CA0QFjAD&url=http%3A%2F%2Fstudent.eepis-its.edu%2F~okoj%2FNew%2520Folder%2F7403040021.pdf&rct=j&q=7403040021.pdf&ei=GmbcSou0G9eCkQWz98jIDg&usg=AFQjCNHbwbEKIOx8iEUqT0zCUEJvNbYp7w

http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&ct=res&cd=2&ved=0CAgQFjAB&url=http%3A%2F%2Fjournal.uii.ac.id%2Findex.php%2FSnati%2Farticle%2Fview%2F1217%2F1011&rct=j&q=knowledge+management+system%3A+knowledge+sharing+culture+dinas+sosial+dki+jakarta&ei=B2fcSpqqO9bxkAWUt7XJDg&usg=AFQjCNHgDrNrZXP3WHA3VwI_1vPuDIQ-LQ

http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&ct=res&cd=1&ved=0CAYQFjAA&url=http%3A%2F%2Fpuslit2.petra.ac.id%2Fejournal%2Findex.php%2Fhot%2Farticle%2FviewPDFInterstitial%2F16753%2F16733&rct=j&q=pengaruh+Knowledge+Management+terhadap+kinerja+karyawan&ei=b2jcSuGRDMWXkAX2rNnIDg&usg=AFQjCNGCqaFXswFT4MgjPk0oOAt56CRnHA

http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&ct=res&cd=2&ved=0CAgQFjAB&url=http%3A%2F%2Fy2n.staff.fkip.uns.ac.id%2Ffiles%2F2009%2F02%2Fimplementasi-knowledge-management.pdf&rct=j&q=implementasi+Knowledge+Management+pada+aptekindo&ei=V3XcSsLpFsiDkAXE3IDJDg&usg=AFQjCNEKr2UbqAYkBNaD5YmLyEtQfXj71A

http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&ct=res&cd=2&ved=0CAgQFjAB&url=http%3A%2F%2Ffportfolio.petra.ac.id%2Fprint.php%3Fnip%3D04-025&rct=j&q=merancang+Knowledge+Management+dengan+balance+scorecard+petra+josua+tarigan&ei=VHbcSry9MMmjkAXs0LjIDg&usg=AFQjCNEhCZdo4DhSh_9XtSiW1m8lDk1E7g

http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&ct=res&cd=2&ved=0CAgQFjAB&url=http%3A%2F%2Fd3vai.blog.binusian.org%2Ffiles%2F2009%2F06%2Fjurnal-final.doc&rct=j&q=Knowledge+Management+bagi+sistem+informasi+perpustakaan+ugm&ei=wHbcSqX-K5WQkQWUqezNDg&usg=AFQjCNHdHlC8Szcn5RegV-TQgIMdrMHLag

http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&ct=res&cd=3&ved=0CA0QFjAC&url=http%3A%2F%2Fbebas.vlsm.org%2Fv15%2Fpopuler%2Fbambang%2Fbambang-kmpangan.doc&rct=j&q=Knowledge+Management+dan+Knowledge+sharing+bidang+panagn+ilmu+komputer&ei=GXfcSsytCoaQkQWu9dXKDg&usg=AFQjCNHT2ZTsI_G8V_c-aLyPHmcTX7s4Vw

http://www.google.co.id/url?url=http://fportfolio.petra.ac.id/user_files/04-017/Knowledge%2520Management%2520Performance%2520Pt%2520X.doc&rct=j&ei=UXfcSriqKM6GkQXkuvTIDg&sa=X&oi=spellmeleon_result&resnum=1&ct=result&ved=0CAsQhgIwAA&q=Knowledge+Management+performance+ptx&usg=AFQjCNHuZOEJDkXufjuM2NtPKQyUNQhozw

Video Coding

October5

Pengkodean video adalah proses dari kompresi dan dekompresi sinyal video digital. Setiap adegan disampling sesuai satuan waktu untuk menghasilkan frame.

a. Pengambilan Gambar

Menampilkan adegan visual dalam format digital melibatkan penyamplingan keadaan sebenarnya secara spasial dan temporal. Setiap sampel spatio-temporal direpresentasikan sebagai sekumpulan angka yang menggambarkan kecerahan dan warna pada sampel tersebut.

b. Spasial Sample

Format penyamplingan yang umum digunakan adalah dengan menggunakan format bujur sangkar dengan titik sampling diletakkan pada keempat sisinya. Hasil penyamplingan tersebut akan direkonstruksi dengan menampilkan setiap sampelnya dalam 1 pixel. Kualitas dari gambar yang disampling bergantung pada jumlah titik sampel yang digunakan.

c. Temporal Sample

Gambar video diambil dengan menggunakan snapshot pada sinyal periodik. Memutar kembali rangkaian snapshot tersebut akan menampilkan gambar bergerak. Semakin banyak snapshot gambar yang diambil akan menghaluskan pergerakan gambar video tetapi membutuhkan lebih banyak sampling untuk diambil dan disimpan.

d. Redundansi

Sinyal informasi yang berisi data video mengandung redundansi yang dapat memperbesar ukuran data video. Kompresi pada sinyal video dapat dilakukan dengan menghilangkan redundansi pada sinyal. Pada rekonstruksi sinyal video, data redundansi yang dihilangkan dapat digantingkan oleh data lain yang memiliki korelasi.

e. Pewarnaan

Video digital memerlukan format tertentu dalam merepresentasikan pewarnaan dan kecerahan gambar. Dua diantara format representasi pewarnaan yang umum digunkan adalah RGB dan YCrCb.

f. Format Video

Standar kompresi video dapat menangani berbagai macam format frame video. Format frame video yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi dan media penyimpanan yang tersedia.

Windows Media Video – 9

Windows Media Video 9 (WMV-9) adalah teknologi media digital yang dikembangkan oleh Microsoft.

Struktur Codec WMV-9

2:0. WMV-9 menggunakan block-based motion compensation dan spatial transform scheme yang juga digunakan oleh standar video kompresi lainnya. Pada standar WMV-9 kompensasi pergerakannya ditampilkan per-blok dari frame hasil rekonstruksi sebelumnya menggunakan kuantitas 2 dimensi yang disebut motion vector (MV) kedalam pemindahan sinyal spasial. Pada sisi decoder, koefisien transform kuantisasi dikodekan dengan entropy, didekuantisasi dan ditransformasi invers untuk menghasilkan perkiraan kesalahan residual yang akan ditambahkan pada prediksi motion compensation untuk menghasilkan rekonstruksi. WMV-9 memiliki 3 jenis frame, yaitu intra (I), predicted (P) dan biderectional predicted (B).

Sumber :

http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=18%3Amultimedia&id=50%3Avideo-coding&option=com_content&Itemid=15

Layanan video conference merupakan layanan komunikasi yang melibatkan video dan audio secara real time. Teknologi yang digunakan untuk layanan video conference komersial pada awalnya dikembangkan di atas platform ISDN (Integrated Switch Digital Network) dengan standar H.320. Secara fungsional, elemen pendukung layanan video conference terdiri dari:

- Terminal video conference atau endpoint video conference, adalah perangkat yang berada di sisi pengguna video conference.

- MCU (Multipoint Conference Unit), adalah semacam server yang berfungsi sebagai pengendali konferensi yang melibatkan banyak pengguna dan banyak sesi konferensi.

-   Gateway dan gatekeeper adalah media yang melakukan proses adaptasi komunikasi video conference berbasis ISDN ke IP dan sebaliknya.


Jenis Video Conference

Jenis video conference berdasarkan hubungan diantara pemakainya dapat dibagi menjadi tiga bagian :

1. Real Time Colaboration Multiparty Conferencing, merupakan sarana hubungan konferensi yang seketika dengan resolusi yang baik dan interaktif.

2. Active Participation Users, hubungan yang terjadi diantara pemakai dengan jaringan komputer atau basis data, merupakan konferensi yang seketika dengan resolusi yang baik dan interaktif.

3. Passive Participation Users, keikutsertaan pemakai bersifat pasif dan memerlukan hubungan yang seketika dan interaktif.


Sistem Terminal V ideo Conference

Jenis video conference menurut system terminalnya dibagi menjadi 2 bagian :

1.  Special video conference terminal, merupakan suatu terminal khusus sebagai hasil integrasi produk-produk modular video conference. Bagian ini pengembangan dari traditional video conference yang ditambahkan dengan perangkat seperti komputer dan faks.

2.   PC-based video conference terminal, seperangkat komputer yang dapat ditingkatkan kemampuannya dengan menambahkan video codec, kamera, mikrofon, perangkat lunak dan sistem lainnya.


Pemakaian Lebar Pita Frekuensi Video conference

Pelayanan video conference berdasarkan pemakaian lebar pita frekuensi dapat dibagi menjadi tiga bagian :

1.  Shared Bandwidth, pemakaian lebar pita secara bersama-sama dapat dipenuhi oleh jaringan komunikasi seperti LAN.

2.  Dedicated Bandwidth, pemakaian lebar pita frekuensi secara khusus atau tersendiri, dapat dipenuhi oleh jaringan komunikasi seperti saluran terdedikasi atau penyambung LAN.

3.   Allocated Bandwdth, pengalokasian lebar pita frekuensi dapat dipenuhi oleh jaringan komunikasi seperti pada system isochronus misalnya FDDI II, IEEE 802.9, Isochronus Ethernet (isoENET), 100mbps Ethernet dengan protocol prioritas permintaan dan Cell Reley serta ATM.



Jaringan Lokal Akses Fiber Optik

October5

Selama ini fiber hanya dipakai untuk transmisi antar sentral, sebagai jaringan backbone, dan digunakan untuk komunikasi jarak jauh. Lalu mulai dikembangkanlah suatu jaringan local bahkan sampai ke terminal pelanggan dengan media fiber. Sistem transmisi fiber optik yang digunakan pada jaringan local tersebut dinamakan Jaringan Lokal Akses Fiber (Jarlokaf). Jarlokaf merupakan sebuah solusi strategis bagi jaringan akses pelanggan. Namun, ketepatan dalam segi perencanaan dan operasional, serta pemilihan arsitektur dan teknologi jaringan yang digunakan akan sangat mempengaruhi kesuksesan kegiatan operasi, perawatan, efektivitas investasi, serta kemudahan pengembangan jaringan dan layanan jasa. Ruang lingkup Jarlokaf berdasarkan lebar pita, dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu narrowband dan broadband. Narrowband, dengan transmisi kurang dari 2 Mbps, mampu memberikan layanan voice (telepon). Broadband, dengan transmisi diatas 2 Mbps, dapat memberikan layanan yang lebih beragam seperti voice, data, dan citra, baik diam maupun bergerak.

Arsitektur Jaringan Fiber Optik Secara Umum

Sistem JARLOKAF setidaknya memiliki 2 buah perangkat opto elektronik, yaitu satu perangkat opto elektronik di sisi sentral dan satu perangkat opto elektronik di sisi pelanggan. Lokasi perangkat opto elektronik di sisi pelanggan selanjutnya disebut Titik Konversi Optik (TKO). Secara praktis TKO berarti batas terakhir kabel optik ke arah pelanggan yang berfungsi sebagai lokasi konversi sinyal optik ke sinyal elektronik.

Fiber To The Building (FTTB)

TKO terletak di dalam gedung dan biasanya terletak pada ruang telekomunikasi basement. Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga indoor. FTTB dapat dianalogikan dengan Daerah Catu Langsung (DCL) pada jaringan akses tembaga.

berbagai macam arsitektur fttb1

berbagai macam arsitektur fttb2

Fiber To The Zone (FTTZ)

TKO terletak di suatu tempat di luar bangunan, baik di dalam kabinet maupun manhole. Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga hingga beberapa kilometer. FTTZ dapat dianalogikan sebagai pengganti RK

arsitektur fttz

Fiber To The Curb (FTTC)

TKO terletak di suatu tempat di luar bangunan, baik di dalam kabinet, di atas tiang maupun manhole. Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga hingga beberapa ratus meter. FTTC dapat dianalogikan sebagai pengganti KP.

arsitektur fttc

Fiber To The Home (FTTH) TKO terletak di rumah pelanggan. Dari gambar dibawah ini keberadaan kabel tembaga dapat dihilangkan sama sekali, sehingga keterbatasan kemampuan dalam menyediakan bandwidth yang lebar dan interferensi tidak akan terjadi.

arsitektur ftth

Teknologi Jaringan Fiber Optik

Teknologi JARLOKAF adalah teknologi yang sedang berkembang sehingga berbagai metoda transmisi dimungkinkan untuk diterapkan dan relatif masih terbatas jumlah implementasinya dilapangan. Teknologi Jarlokaf yang saat ini sudah berkembang dangan baik antara lain: DLC (Digital Loop Carrier), PON (Passive Optical Network), dan AON (Active Optical Network) dan HFC (Hybrid Fiber Coax). DLC, PON dan AON, merupakan teknologi jarlokaf dan dapat terintegrasi dengan copper pair, sedangkan HFC merupakan teknologi jarlokaf yang terintegrasi dengan coaxial.

tabel 2.1 teknologi sistem jarlokaf

Jenis konfigurasi dasar yang dimiliki antara DLC dan PON/AON mempunyai perbedaan dimana pada DLC konfigurasi dasarnya point to point, berbeda dengan PON/AON yang berkonfigurasi point to multipoint yaitu hubungan dari titik ke banyak titik. Untuk layanan DLC sendiri masih terbatas dan belum mampu mensupport transmisi data dengan high bit rate. Teknologi AON menggunakan spliter aktif yaitu Active Splitting Equipment (ASE) atau biasa disebut active splitter (AS). ASE pada AON berfungsi untuk mendistribusikan informasi dari dan ke OLT, dari satu atau lebih ONU, dengan kapasitas sebagai multiplexer/demultiplexer serta sebagai intermediate regenerator (penguat), sehingga spliter pada AON bersifat aktif. Adapun perbedaan lainnya adalah pada tipe jenis jasa yang diberikan oleh masing-masing teknologi

jenis layanan jasa

Pemilihan teknologi JARLOKAF harus memperhatikan beberapa kriteria antara lain :

1. Jenis jasa dan kapasitas.

2. Kemudahan O&M.

3. Konfigurasi dan kehandalan sistem (reliability).

4. Kompatibilitas antarmuka dan sesuai standard (compatibility).

5. Tidak mudah usang dan dijamin produksinya.

6. Biaya efektif.

7. Tahapan pembangunan dan pengembangan dari teknologi JARLOKAF.

multiplex transmisi jasa interaktif pada jarlokaf

Terdapat teknologi yang digunakan untuk mentransmisikan jasa interaktif yang merupakan layanan telekomunikasi dua arah. Pada Space Division Multiplexing (SDM) skema transmisinya disebut Simplex, yaitu sinyal kirim dan sinyal terima dikirim melalui serat optik yang berbeda sehingga dibutuhkan dua buah serat optik, tetapi panjang gelombang yang digunakan cukup satu. Kemudian pada Wavelength Division Multiplexing (WDM) skema transmisinya disebut Full-Duplex, yaitu digunakannya panjang gelombang yang berbeda untuk sinyal kirim dan sinyal terima, sehingga proses sinyal dapat dilakukan secara bersamaan dalam satu serat optik. Teknologi multiplex yang lainnya adalah Time Division Multiplexing (TDM). Skema transmisi dari TDM disebut Half-Duplex, yaitu sinyal kirim dan sinyal terima dikirim pada waktu yang berbeda secara bergantian, sehingga dapat menggunakan panjang gelombang yang sama dan hanya membutuhkan satu serat optik.

Sumber :

http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?option=com_content&view=article&id=426:jaringan-lokal-akses-fiber-optik&catid=23:sistem-komunikasi-optik&Itemid=15

Evolusi Aplikasi Web

October5

Masih ingatkah Anda dengan pengalaman pertama saat melakukan browsing di dunia maya (internet)? Saya sendiri melakukan browsing perdana kalau tidak salah pada awal tahun 90-an. Pada saat itu dunia internet sangatlah berbeda dengan sekarang. Gambar di samping ini adalah screenshot dari situs web Yahoo pada tahun 1996. Saat ini, bagi sebagian orang mungkin situs web tersebut terlihat sangat kuno dan “tidak menarik”. Pendapat ini cukup dapat dimengerti mengingat situs-situs web yang ada sekarang sudah demikian canggih dan menarik. Sebagai pembanding, di bawah ini adalah tampilan situs web Yahoo pada tahun 2007. Tampilan situs tersebut tentunya sangat berbeda dengan situs Yahoo 11 tahun silam bukan?

Website Yahoo pada Tahun 2007 Saat ini, selain menyediakan halaman-halaman statis, sudah “sangat” banyak situs web yang menyediakan mekanisme bagi pengunjungya untuk dapat berinteraksi dengan situs tersebut. Interaksi tersebut dimungkinkan dengan cara menambahkan kode-kode pemrograman pada web situs web. Halaman-halaman web yang telah ditambahkan kode program (PHP, ASP, JSP, Perl, dsb) biasa dikenal dengan nama web application (aplikasi web). Saat ini terdapat berbagai macam aplikasi web, diantaranya adalah webmail, online shopping, blog, search engine (mesin pencarian), SFA (Sales Force Automation), ERP (Enterprise Resource Planning), online auction (lelang online), dan CRM (Customer Relationship Management). Tentunya masih banyak jenis aplikasi web lainnya yang belum kita sebutkan. Aplikasi-aplikasi web tersebut dapat diakses lewat internet maupun intranet (misal intranet perusahaan).

Sebelum kita melanjutkan, ada baiknya kita samakan terlebih dahulu pemahaman kita mengenai definisi dari aplikasi web dan aplikasi desktop. Pada tulisan ini, yang dimaksud aplikasi web adalah aplikasi yang dapat diakses dengan menggunakan web browser lewat jaringan baik internet ataupun intranet (misal intranet perusahaan). Contoh aplikasi web yang banyak digunakan misalnya Yahoo Mail, GMail, Google search engine, Friendster, YouTube, Flickr, WordPress, dan lain sebagainya. Di sisi lain, yang dimaksud dengan aplikasi desktop pada tulisan ini adalah aplikasi yang dapat digunakan tanpa harus menggunakan web browser. Contoh aplikasi desktop yang biasa kita gunakan diantaranya adalah Microsoft Office, Open Office, Adobe Photoshop, dan Outlook Express.

Halaman depan NetvibesSelama ini mungkin jika kita mendengar istilah aplikasi web maka yang terlintas di benak kita adalah aplikasi yang tersusun dari halaman-halaman web. Untuk berpindah antar halaman tersebut biasanya memakan waktu yang cukup lama (tergantung koneksi jaringan). Saat ini tengah terjadi tren baru dalam aplikasi web. Tren tersebut akan mengubah persepsi kita tentang aplikasi web. Cobalah kita kunjungi beberapa situs web berikut ini: Netvibes, Pageflakes, Google Spreadsheet, Zoho, gOFFICE, dan Zimbra. Berbeda dengan aplikasi web yang biasa kita jumpai, aplikasi-aplikasi web tersebut tidak tersusun atas halaman-halaman web melainkan tersusun atas window-window layaknya aplikasi desktop. Gambar di samping menunjukkan halaman depan dari Netvibes. Tampilan Netvibes sangat berbeda dengan aplikasi web yang biasa kita lihat bukan? Sebagian orang menyebut aplikasi-aplikasi tersebut sebagai Webtop (penggunaan istilah ini memang masih banyak diperdebatkan).

Sekarang, secara perlahan-lahan aplikasi web mulai mampu meniru look-and-feel dari aplikasi desktop. Aplikasi-aplikasi yang tadinya hanya tersedia pada versi desktop kini sudah mulai memiliki pesaing yang berupa aplikasi web. Kita tentunya kenal dengan Microsoft Excel. Sekarang Google telah memiliki software spreadsheet sejenis namun kali ini hadir dalam bentuk web. Untuk dapat menggunakan spreadsheet berbasis web tersebut yang kita perlukan hanyalah sebuah web browser (Internet Explorer, Firefox, Opera, ataupun browser lainnya). Kita tak perlu lagi meng-install aplikasi spreadsheet tersebut terlebih dahulu hanya untuk menjalankannya. Cukup dengan mengarahkan browser kita ke http://spreadsheet.google.com maka seketika itu pula aplikasi spreadsheet tersebut dapat digunakan. Sangat mudah bukan?

Website-website tersebut membuktikan bahwa saat ini aplikasi web sudah tidak memiliki “batas” lagi. Kita sudah dapat membuat berbagai aplikasi “berat” yang dahulu menjadi dominasi aplikasi desktop. Tidak menutup kemungkinan di masa akan datang akan tersedia versi web dari aplikasi-aplikasi seperti Adobe Photoshop ataupun Autocad (tentunya tidak dalam waktu dekat). Walaupun demikian, sayangnya untuk dapat membangun aplikasi web yang menyerupai aplikasi desktop bukanlah perkara sederhana. Dibutuhkan usaha yang sangat keras karena developer memiliki tugas ganda. Selain harus membuat kode aplikasi yang akan dibangun (misalnya logic akuntansi), developer juga harus membuat kode-kode untuk meniru tampilan desktop. Sebagian developer melihat permasalahan tersebut dan menyediakan solusinya. Mereka menyediakan berbagai framework dan library yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi webtop. Solusi tersebut terbukti dapat mempercepat pembangunan aplikasi.

Kini sebagian developer bahkan melakukan terobosan lebih jauh lagi. Mereka menyediakan solusi yang dinamakan WebOS. Secara teknis, WebOS adalah sebuah desktop environment yang berjalan di atas web. WebOS dapat diartikan sebagai “sistem operasi” yang berjalan di atas web browser. Tentunya, WebOS bukanlah sebuah sistem operasi yang sebenarnya. WebOS hanyalah meniru tampilan, look-and-feel, dan beberapa fitur yang biasanya ditemukan pada sebuah sistem operasi. WebOS terbukti dapat membuat pembangunan aplikasi web menjadi jauh lebih cepat. Pada tulisan mendatang, kita akan membahas lebih jauh mengenai apa itu WebOS.

Sumber : http://www.mejakerja.com/?p=22

Algoritma LZW

October3

Algoritma LZW merupakan algoritma kompresi yang bersifat lossless dan menggunakan metode dictionary. Algoritma ini ditemukan oleh Lemple, Ziv, dan Welch pada tahun 1984. Secara umum algoritma kompresi LZW akan membentuk dictionary selama proses kompresinya belangsung kemudian setelah selesai maka dictionary tersebut tidak ikut disimpan dalam file yang telah terkompresi. Prisinp kompresi akan terjadi ketika besar bit untuk dictionary yang telah ditentukan menggantikan deretan karakter atau string yang terbentuk sedangkan dalam proses dekompresinya untuk memperoleh hasil yang sama dengan file sebelum dikompresi LZW akan membuat kembali dictionary selama proses dekompresinya berlangsung.

LZW Kompresi

Prinsip umum kerja algoritma LZW adalah mengecek setiap karakter yang muncul kemudian menggabungkan dengan karakter selanjutnya menjadi sebuah string jika string baru tersebut tidak berada dalam dictionary atau belum diindekkan maka string baru tersebut akan diindekkan ke dalam dictionary. Dibawah merupakan pseudocode kompresi algoritma LZW.

a= NIL

while (ada inputan kemudian baca sebuah karakter x)

if (ax ada dalam kamus)

then a = ax

else

add ax to the dictionary

output indek untuk a

a = x

Langkat pengkompresian LZW

1. Inisialisasi input stream yang mengandung karakter-karekter dasar.

2. Membaca karakter dari input stream jika EOF maka menuju langkah 5.

3. Gabungkan karater awal dengan karakter yang dibaca selanjutnya menjadi sebuah string.

4. jika string baru ini tidak ada dalam dictionary maka

• Buat indek baru untuk string baru tersebut.

• Menuju Langkah 2.

5. Jika string yang terbentuk telah mempunyai indek di dalam dictionary maka

• Gabungkan karakter sebelumnya dengan karakter yang dibaca atau string yang telah terbentuk menjadi sebuah string baru.

• Menuju langkah 2.

6. Tulis output kode.

Dictionary

Dictionary melakukan inisialisasi untuk pertama kalinya terhadap karakterkarakter dasar huruf alphabet. Pembacaan input stream dilakukan per-byte karena setiap byte memiliki alamat yang unik dalam memory, secara default dictionary menyediakan 256 pointer awal yang dimulai dari 0-255 untuk pengkodean ASCII sedangkan jumlah pointer untuk string yang terbentuk setelah membaca input stream dapat ditentukan dari besarnya bit yang dipakai yang dapat dirumuskan dengan rumus 2^n – 256 dimana n menyatakan jumlah bit yang dipakai dan 256 menyatakan karakter-karakter ASCII yang telah diinisialisasi. Indek untuk string baru yang terbentuk diperoleh dari nilai selanjutnya yang tersedia didalam memory.

Ukuran dictionary

Code Words

Code word merupakan kode yang bersifat unik yang mewakili karakter atau string baru yang terbentuk setiap kali algoritma LZW memproses inputan, seperti yang telah disebutkan sebelumnya jumlah dari string-string yang terdapat dalam dictionary ditentukan dari besarnya bit dictionary yang dipakai dimana code word mewakili setiap string-string tersebut, semakin banyak string yang dihasilkan maka semakin besar pula bit dictionary yang dibutuhkan untuk memberikan indek bagi setiap string yang dihasilkan. Sebagai contoh representasi code word dalam dictionary dengan besar 9 bit untuk karakter “A” yang mempunyai nilai 63 adalah 001000001, selain itu jika code word mempunyai nilai 245 dalam dictionary-nya maka kode binernya adalah 011110101, dengan menggunakan 9 bit untuk ukuran dictionary maka dimungkinkan terdapat 512 – 256 = 256 code word untuk masing-masing string hasil dari kombinasi karakter yang dihasilkan dictionary LZW selain 256 karakter ASCII. Ketika sebuah nilai n bit telah ditentukan sebagai dictionary maka selama indek masih tersedia untuk string baru yang terbentuk maka selama itu pula indek tetap menggunakan format dengan besar n bit akan tetapi jika jumlah dari string baru yang terbentuk melebihi jumlah indek dalam dictionary maka akan terjadi transisi besar bit yang dipakai untuk merepresentasikan indek baru yang dari semula menggunakan n bit menjadi n + 1 bit atau inisialisai dengan bit lain agar kemampuan menampung string baru.

Pencarian dan Penginputan String

Proses penambahan indek dari string baru yang terbentuk akan dilakukan jika dictionary tidak penuh dan string tersebut belum ada di dictionary. Pencarian tempat bagi indek pada indek-indek array yang masih kosong diperlukan untuk menentukan tempat yang sesuai bagi indek untuk string baru yang terbentuk. Cara pencarian array based dictionary sesuai dengan pendekatan brute force dimulai dari indek pertama hingga indek terakhir dari string yang telah ada di dictionary.

LZW Dekompresi

Dalam Proses Dekompresi, algoritma LZW tidak menyimpan string table yang berisi indek-indek dari setiap code word yang dihasilkan dalam proses kompresi ke momory akan tetapi menggunakan beberapa informasi yang telah disimpan sebelumnya antara lain 256 karakter ASCII, karakter pertama dari inputan dan code word terakhir. Dibawah merupakan pseudocode dekompresi algoritma LZW.

read a character k

output k

w = k

while (read a character k )

dengan k dapat berupa karakter atau code

entry = dictionary entry for k

output entry

add w + entry[0] to dictionary

w = entry

Langkah Dekompresi LZW

1. Menginisialisai seluruh dictionary yang mengandung karakter-karekter ASCII.

2. Baca kode (huruf atau code word) pertama dari hasil kompresi LZW kemudian outputkan karakter yang dibaca kemudian simpan kode ke variable w

3. Baca kode selanjutnya

4. Copy kode yang dibaca ke varible entry

5. Outputkan kode (karakter)

6. Gabungkan value dari variable w dengan karakter pertama dari entry kemudian simpan sebagai dictionary

7. Isi variable w dengan value dari variable entry.

8. Kembali ke langkah 3

Contoh Kasus

Input string : TES_TEA_EAT_MEET_SLEEP

bit dictionary : 9 bit

Proses kompresi LZW

Total awal bit disimpan tanpa kompresi = Total input * bit dictionary

= 22 * 9

= 198 bit

Besar file setelah dikompresi = Total output * bit dictionary

= 19 * 9

= 171 bit

Input stream: TES_<256>A_EAT_MEE<265>SL<268>P

Proses Dekompresi LZW

Sumber : http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?option=com_content&view=article&id=485:algoritma-lzw-lemple-ziv-welch&catid=20:informatika&Itemid=15

Perluasan Query

October3

Perluasan query merupakan suatu proses yang menambahkan sejumlah kata dari dokumen yang relevan terhadap query awal. Ada beberapa metode untuk memperluas query, yaitu :

• Metode Lokal

• Metode Global

Metode Lokal

Ide dari metode lokal adalah memperluas query awal berdasarkan informasi yang didapat dari beberapa dokumen urutan teratas yang diambil pertama kali oleh sistem. Metode ini pun sebenarnya ada dua jenis, yaitu pertama adalah umpan balik informasi oleh pengguna (manual-relevance feedback). Sistem menyodorkan beberapa dokumen hasil pencarian pertama. Pengguna memberikan tanda dokumen mana saja yang relevan kemudian mengembalikannya kembali pada sistem dari hasil informasi dokumen relevan tersebut sistem akan memperluas query asal dan melakukan pencarian ulang. Jenis kedua adalah sistem tidak langsung enyodorkan dokumen-dokumen hasil pencarian pertama tapi system mengambil beberapa dokumen dengan urutan teratas dari hasil pencarian pertama dan menggunakannya untuk memperluas query dengan asumsi bahwa dokumen tadi adalah relevan. Jenis kedua ini sering disebut dengan pseudo-relevance feedback. Relevance feedback dalam full text information retrieval mendapatkan input dari dokumen yang dipilih oleh pengguna sebelumnya untuk membangun query baru. Algoritma ini menggunakan distribusi kata-kata diantara dokumen yang relevan dan tidak relevan untuk memperkirakan ulang bobot dari kata-kata, sehingga menghasilkan query yang sudah lebih baik. Relevance feedback sangat berguna dalam aplikasi dimana pengguna membutuhkan informasi terus-menerus dengan banyak keuntungan bagi sistem.

Relevance feedback memiliki beberapa keuntungan:

- Mempermudah pengguna dalam memilih kata untuk search engine

- Mempersingkat langkah-langkah di operasi search engine

- Menyediakan query yang lebih spesifik.

Pada Relevance feedback, operasi retrieval yang pertama dianggap sebagai percobaan.

Manual-Relevance Feedback

Di tahun-tahun awal IR, peneliti menyadari bahwa sangat sulit bagi pengguna untuk membentuk search query yang efektif. Awalnya mereka berpikir dengan menambahkan sinonim dari query dapat meningkatkan efektifitas hasil search. Tapi penelitian IR dari thesaurus untuk mencari sinonim sangat mahal. Relevance feedback dilatarbelakangi oleh fakta bahwa sangat mudah bagi pengguna untuk menentukan beberapa dokumen yang relevan ataupun tidak untuk query mereka. Dengan menggunakan penilaian relevansi tersebut, sebuah sistem dapat secara otomatis menghasilkan query yang lebih baik untuk pencarian selanjutnya. Berikut cara kerja Manual-Relevance Feedback : Pengguna membaca dokumen dan kemudian menandai dokumen tersebut bila memang relevan. Setelah itu pengguna kembali menyodorkannya

kepada sistem.

Pseudo-Relevance Feedback

Sistem ini mempunyai dua alur pemrosesan. Alur pertama adalah pemrosesan koleksi dokumen menjadi basis data indeks. Sistem menerima masukan berupa koleksi dokumen dan file yang berisi kata-kata yang tergolong stopwords, yaitu kata yang sering muncul dan dianggap kurang berarti, misalnya kata depan, kata hubung, kata ganti orang, dan kata-kata lain yang frekuensi kemunculannya tinggi. Koleksi dokumen ini direpresentasikan sebagai satu file besar yang mengandung banyak topic dokumen.

Pada alur pertama ini, terdapat dua buah proses, yaitu text operations dan indexing. Text operations merupakan proses pemilihan kata-kata dalam dokumen dalam pentransformasian dokumen. Proses yang terjadi di sini adalah pembuangan kata-kata yang tergolong stopwords. Kata yang tidak termasuk stopwords akan dikenakan proses stemming. Proses ini mengubah kata menjadi suatu bentuk yang unik dari kata lain. Contohnya kata “selling” dan “sold” keduanya akan di-stem menjadi kata “sell”.

Proses berikutnya adalah indexing, yaitu membangun data indeks dari koleksi dokumen. Semua kata dalam koleksi dokumen yang sudah melalui proses pembuangan stopwords dan stemming akan dihitung berapa kali kemunculannya dalam satu topik dokumen, berapa kali kemunculannya di seluruh koleksi dokumen, dan dihitung bobot tiap kata. Setelah itu kata-kata tersebut akan disimpan dalam sebuah file sebagai data indeks. Alur kedua merupakan pemrosesan query menjadi term index. Sistem menerima masukan dari pengguna berupa kata atau kumpulan kata sebagai sebuah query. Query ini kemudian akan mengalami dua proses, yaitu text operations dan query formulation.

Proses text operations merupakan proses yang sama seperti pada alur pertama (pemilihan kata-kata dan stemming). Sedangkan proses query formulation membutuhkan informasi dari hasil alur pemrosesan pertama untuk menghitung bobot kata dalam query. Hasil tersebut akan disimpan dalam sebuah file yang merupakan term index. Setelah kedua alur pemrosesan ini maka dilakukan proses perangkingan. Hasil dari alur pemrosesan pertama dan kedua dicocokkan

Metode Global

Biasanya pengguna (beginner) memberikan query yang bermakna terlalu luas, jadi untuk meningkatkan hasil query, perlu dilakukan query expansion agar query menjadi lebih spesifik dan mendapatkan hasil yang lebih tepat sasaran. Berbeda dengan metode lokal, sistem dengan metode global melakukan ekspansi query terlebih dahulu sebelum dilakukan retrieval. Dua alur pemrosesan pada analisis lokal tetap ada, namun di awal sekali terdapat sebuah proses yang akan menghasilkan basis data kata benda yang nantinya akan digunakan untuk ekspansi query. Pembuatan basis data kata benda didasarkan pada seringnya kemunculan sebuah kata benda dengan kata benda lain untuk

mendefinisikan sebuah konsep. Semakin sering muncul satu kata benda dengan sebuah kata benda tertentu maka akan semakin tinggi nilainya.

Di sinilah letak perbedaan metode ekspansi analisis lokal dan global. Sedangkan kedua alur pemrosesannya sama saja. Pada sistem ini ada tambahan masukan, yaitu file yang berisi lexicon yang akan digunakan untuk membentuk basis data kata benda. Lexicon adalah semacam kamus bahasa yang memberikan informasi jenis kata (kata benda, kata sifat, kata keterangan). Proses inilah yang disebut noun phrase parsing. Salah satu metode global yang terkenal adalah thesaurus. Thesaurus menyediakan informasi berdasarkan sinonim dan kata-kata yang saling berhubungan serta frase-frase.

Thesaurus dapat menambah recall tetapi secara signifikan dapat mengurangi precision, terutama dengan kata-kata yang ambigu. Keuntungan dari metode ini adalah robust, basis data yang tercipta dapat digunakan berulang kali untuk query yang berbeda. Sedangkan kerugiannya adalah metode ini memakan tempat (disk space) dan perlu waktu cukup lama untuk membangun basis data konsepnya. Secara keseluruhan, metode global tidak sebaik relevance feedback tetapi sama baiknya dengan pseudo relevance feedback.

Sumber : http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?option=com_content&view=article&id=477:perluasan-query&catid=20:informatika&Itemid=15

Web Services

October3

Web Services merupakan salah satu bentuk implementasi dari arsitektur model aplikasi N-Tier yang berorientasi layanan. Perbedaan Web Services dengan pendekatan N-Tier lainnya adalah dari segi infrastruktur dan dokumen yang digunakan sebagai format pertukaran data. Dalam implementasinya, Web Services tidak mempunyai tampilan, karena Web Services termasuk dalam Business- Service tier. Artinya didalam Web Services hanya tersedia fungsi-fungsi yang nantinya dapat digunakan oleh aplikasi lainnya Web Services menggunakan XML sebagai format dokumen dalam melakukan pertukaran datanya. Karena XML merupakan suatu format dokumen yang berbasis teks, maka Web Services memungkinkan berlangsungnya komunikasi antar aplikasi yang berbeda dengan platform yang berbeda pula. Web Services dapat diimplementasikan dalam berbagai jenis platform dengan menggunakan bahasa pemrograman apa pun, dan bisa digunakan oleh berbagai aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman apapun dengan platform apapun juga. Selama aplikasi tersebut dapat berkomunikasi dengan Web Services menggunakan protokol-protokol komunikasi. Termasuk HTTP, XML, SOAP, UDDI (Universal Description Discovery and Integration), dan WSDL (Web Services Description Language).

XML Web Services dapat digunakan secara internal oleh suatu aplikasi atau secara external. Digunakan secara external di sini maksudnya yaitu XML Web Services terdapat pada internet dan digunakan oleh berbagai macam aplikasi. XML Web Services mudah diakses melalui interface standar dan XML Web Services juga mengijinkan bermacam-macam sistem untuk bekerja bersama-sama dalam sebuah pekerjaan. Web Services memiliki blok bangunan sebagai berikut :

1. Menggunakan UDDI dan DISCO sebagai sarana pencarian service

2. Menggunakan WSDL dan XML Schema sebagai sarana untuk menjelaskan informasi yang memadai kepada client tentang spesifikasi Web Services itu sendiri. Biasanya disertai dengan contoh penggunaannya bila parameter yang diperlukan hanya berupa tipe data primitif.

3. Format pesan yang digunakan sebagai sarana komunikasi Web Services dengan client maupun service lainnya didefinisikan dengan SOAP

4. Pengkodean pesan yang digunakan Web Services adalah dalam format XML

5. Transportasi pesan menggunakan protokol standar, yaitu HTTP, SMTP, dan lain-lainnya. Berikut gambaran sederhana konsep Web Services serta keterhubungan antara Web Services dengan aplikasi client maupun server

Web Service Concept[

Web Service Description Language (WSDL)

WSDL merupakan bahasa standard yang menyediakan mekanisme untuk mendeskripsikan Service yang disediakan oleh sistem (Web Service), lokasi keberadaan service tersebut dan bagaimana cara memperolehnya, secara terstruktur dalam format XML. WSDL dapat dianalogikan sebagai IDL (interface definition language) dalam CORBA dan COM. Service dideskripsikan sebagai koleksi dari entry-point atau port komunikasi. WSDL mendeskripsikan service dengan menggunakan elemen sebagai berikut :

1. Type, yaitu tipe data yang digunakan sebagai argumen dan return type

2. Message, digunakan untuk merepresentasikan definisi data yang ditransmisikan.

3. Port type, merupakan Sekumpulan operasi yang didukung oleh satu atau lebih endpoint.

4. Binding, digunakan untuk mendefinisikan protokol dan format pertukaran data untuk operasi yang didefinisikan oleh Port type.

5. Port, digunakan untuk menspesifikasikan end-point yang digunakan untuk binding.

6. Service, merupakan koleksi endpoint yang berkaitan yang disediakan oleh Web Service.

7. Operation, digunakan untuk mendefinisikan kemampuan yang didukung oleh servis tertentu.

Integrasi Berbagai Referensi Web Service Secara Dinamis

Pada penggunaan aplikasi Visual Studio 2005, untuk mereferensikan Web Service ke dalam suatu aplikasi yang dibuat, diperlukan penambahan referensi web service ke dalam editor aplikasi yang dibuat, kemudian memanggil berbagai method secara statis, cara ini tidak bisa dibilang efektif, mengingat bahwa pembuat aplikasi harus berulang kali melakukan kompilasi terhadap aplikasi yang dibuat sesuai dengan referensi Web Service yang ditambah atau dikurangi. Untuk mengatasi masalah tersebut, pembuat aplikasi memerlukan penggunaan fungsi WebRequest dan WSDL dari aplikasi Web Service yang akan digunakan. Kemudian WebRequest akan mengembalikan suatu objek stream yang kemudian akan dibaca oleh class ServiceDescription yang selanjutnya akan dibuatkan proxy class untuk memanggil dan menggunakan method yang ada pada referensi Web Service berdasarkan WSDL yang digunakan oleh WebRequest. Salah satu contoh penggunaan WebRequest dapat dilihat pada potongan kode di bawah ini:

tabel 1

tabel 2

Kemudian, dalam menangani penggunaan berbagai Web Service sekaligus, pembuat aplikasi memerlukan berbagai WSDL dari Web Service referensi yang akan digunakan kemudian melakukan penggunaan WebRequest sesuai kebutuhan.

Sumber http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?option=com_content&view=article&id=482:web-services&catid=20:informatika&Itemid=15#JOSC_TOP

Data warehouse

October3

Data warehouse adalah kumpulan data dari berbagai sumber yang ditempatkan menjadi satu dalam tempat penyimpanan berukuran besar lalu diproses menjadi bentuk penyimpanan multidimensional dan didesain untuk querying dan reporting. Menurut Bill Inmon, data yang disimpan didalam data warehouse ini memiliki empat karakteristik, yaitu :

1. Subject oriented, data yang disimpan disesuaikan dengan proses bisnisnya

2. Integrated, semua data diintegrasikan kedalam satu media penyimpanan, dalam hal ini adalah database yang sangat besar, dimana formatnya diseragamkan,

3. Time variant, data yang disimpan bersifat historical, dan

4. Non-volatile, data cenderung tidak berubah.

Komponen Utama Data Warehouse

Tiga komponen utama Data Warehouse yaitu :

1. Data staging area Dalam tahap ini, data diolah dari sumbernya untuk siap menjawab query. Prosesnya terdiri dari extract,transform,load (ETL).

2. Data presentation area Dalam tahap ini, data diorganisasikan, disimpan dan dapat menjamin ketersediaannya akan segala kebutuhan query. Selain itu disini dilakukan juga penulisan laporan dan kebutuhan aplikasi untuk analisis selanjutnya.

3. Data access tools Penyediaan interface untuk penggunaan aplikasi untuk query data

Komponen utama Data Warehouse

Distributed Data Warehouse

Distributed data warehouse merupakan kumpulan data store yang dibangun secara terpisah yang digabungkan secara fisik melalui jaringan. Tujuannya adalah agar komponen-komponen yang terpisah ini terlihat sebagai satu kesatuan utuh sebuah sistem data warehouse . Suatu enterprise data warehouse dapat dibentuk dari kumpulan data mart yang terpisah, jadi tidak selalu membentuk sistem yang terpusat tetapi juga bisa terdistribusi. Dengan kecenderungan data-oriented, data pada suatu perusahaan atau organisasi seharusnya merupakan data yang widely-shareable. Tipe-tipe distributed data warehouse :

1. Dengan local dan global data warehouse

Local Data Warehouse merepresentasikan data dan proses-proses pada remote site. Sedangkan global Data Warehouse merepresentasikan bagian dari bisnis yang diintegrasikan.

2. Technologically Distributed Data Warehouse

Menunjukkan bahwa secara logic, ini merupakan single dw tapi pada kenyataannya secara fisik terdapat beberapa dw yang diintegrasikan yang berasal dari beberapa prosesor/site yang berbeda.

3. Independently evolving Distributed Data Warehouse

Setiap bagian dari distributed data warehouse, memiliki otonomi untuk mengatur dan mengembangkan bisnisnya tanpa harus memperhatikan bagian yang lain.

Arsitektur Distributed Data Warehouse

Distributed data warehouse terbentuk dari beberapa data mart yang diintegrasikan. Setiap data mart ini memiliki skema ETL yang terpisah, bisa jadi satu data mart dengan data mart lainnya berbeda, tetapi tidak menutup kemungkinkan dimana skema ETLnya sama, tergantung proses bisnis yang terjadi didalamnya. Disini kita mengenal local data warehouse dan global data warehouse. Dalam beberapa kasus, bagian data warehouse bisa berada di lingkungan terpusat (global) sekaligus terdistribusi (local). Contohnya, suatu perusahaan yang besar yang memiliki cabang yang tersebar di beberapa kota. Mereka membutuhkan global data warehouse sebagai tempat informasi yang dikumpulkan. Sedangkan local data warehouse diperlukan untuk menangani masalah bisnis yang terjadi ditiap cabangnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa distributed data warehouse ini memberikan otonomi kepada tiap local areanya untuk menjawab persoalan bisnisnya sendiri. Setiap local data warehouse, dalam hal ini data mart, dapat melakukan pekerjaannya dengan implementasi sendiri tanpa mengetahui apa yang sedang dilakukan data meart lainnya. Dalam distributed data warehouse ini, share informasi hanya dilakukan oleh local data warehouse dengan global data warehouse. Jadi tidak terjadi pertukaran informasi antar local data warehouse. Akan tetapi, disini semua data mart harus didesain untuk bekerja secara bersamaan menjadi satu warehouse yang utuh.

Sumber : http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?option=com_content&view=article&id=484:data-warehouse-&catid=20:informatika&Itemid=15#JOSC_TOP

OLAP

October3

Apakah OLAP itu ?. kepanjangan dari kata OLAP adalah ‘On-Line Analytical Processing’. Saat ini OLAP lebih sering terdengar dengan istilah BI (Business Intelligent). Adalah suatu cara untuk menganalisa data-data perusahaan dengan begitu mudah yaitu dengan cara ‘Drag & Drop’, sehingga data-data tersebut bisa menjadi suatu informasi yang lebih bernilai.

Untuk mempermudah anda mengingat tentang OLAP adalah ‘Fast Analysis of Shared Multidimensional Information’ atau FASMI‘.

FAST berarti bahwa informasi yang akan dilakukan sangat cepat, untuk memproses data 1,000,000 transaksi hanya membutuhkan waktu +/- 2.5 menit dengan 10 dimensi dan 3 jenis ukuran.

ANALYSIS berarti bahwa system dapat mencakup ‘Business Logic‘ dan data analisa statistik yang relevan dengan data-data yang tersedia.

SHARED berati bahwa system ini diimplementasikan dengan suatu system keamanan untuk menjaga kerahasiaan informasi. Sehingga setiap user dapat diatur sesuai kebutuhan.

MULTIDIMENSIONAL adalah suatu kunci kebutuhan terhadap penggunaan aplikasi OLAP. Setiap aplikasi ini harus selalu mengandung unsur multi dimensi.

INFORMATION adalah semua data dan turunan informasi yang dibutuhkan, dimanapun dan bagaimanapun data itu haruslah berhubungan dengan aplikasi.

Kami berpikir bahwa istilah ‘FASMI’ adalah suatu definisi OLAP yang sangat mudah dapat diingat dan dimengerti.

Powergen mengembangkan suatu tools yang sangat berguna khususnya untuk perusahaan yang ingin mengembangkan data-data perusahaannya, sehingga data-data tersebut dapat dimanfaatkan lagi dengan menggunakan konsep OLAP.

Aplikasi yang dikembangkan oleh PowerGEN disebut ‘PowerCube Maker’ dan ‘PowerCube Browser’.

PowerCube Maker berfungsi untuk membentuk suatu file cube yang berisikan banyak dimensi dan jenis ukuran sesuai dengan database yang tersedia. PowerCube Maker berjalan sesuai dengan skedul waktu yang dapat ditentukan. PowerCube Maker dapat menggunakan database perusahaan yang sudah ada, apapun database yang dipergunakan yang terpenting dapat diakses melalui ODBC.

PowerCube Browser berfungsi untuk memvisualisasikan dan melakukan proses analysis atas file cube sesuai dengan akses user. PowerCube Browser tidak membutuhkan file database asli, sehingga proses analisa data dapat dilakukan dimana saja.

Sumber : http://mail.gamcaindonesia.com/home.html

Sistem Kriptografi

October3

Kriptografi (Cryptography) adalah seni dan ilmu tentang cara-cara menjaga kemanan [1]. Istilah-istilah yang digunakan dalam bidang kriptografi antara lain :

a. Plainteks, merupakan data atau pesan asli yang ingin dikirim.

b. Cipherteks, merupakan data hasil enkripsi.

c. Enkripsi, merupakan proses untuk mengubah plainteks menjadi chiperteks.

d. Deskripsi, merupakan proses untuk mengubah chiperteks menjadi plainteks atau pesan asli.

e. Key(Kunci), suatu bilangan yang dirahasiakan, dan digunakan untuk proses enkripsi dan deskripsi.

Pada intinya Kriptosistem (Cryptosystem) adalah sistem kriptografi yang meliputi algoritma, plainteks, cipherteks, dan key (kunci). Namun setiap teknologi tentu memiliki kelemahan. Kriptanalisis (Cryptanalysis) adalah ilmu dan seni dalam membuka ciphertext dengan memanfaatkan kelemahan yang ada pada kriptosistem tersebut berdasar Kriptologi (Ilmu matematika yang melatarbelakangi ilmu kriptografi dan ilmu kriptanalisis). Secara umum, kriptografi terdiri dari dua buah bagian utama yaitu bagian enkripsi dan bagian dekripsi. Enkripsi adalah proses transformasi informasi menjadi bentuk lain sehingga isi pesan yang sebenarnya tidak dapat dipahami, hal ini dimaksudkan agar informasi tetap terlindung dari pihak yang tidak berhak menerima. Sedangkan dekripsi adalah proses kebalikan enkripsi, yaitu transformasi data terenkripsi ke data bentuk semula. Proses transformasi dari plainteks menjadi cipherteks akan dikontrol oleh kunci. Peran kunci sangatlah penting, kunci bersama-sama dengan algoritma matematisnya akan memproses plainteks menjadi cipherteks dan sebaliknya. Adapun blok proses enkripsi-dekripsi secara umum dapat kita lihat pada gambar di bawah ini

proses enkripsi-dekripsi secara umum

Secara matematis sederhana, proses enkripsi-dekripsi dapat dituliskan dengan persamaan sebagai berikut :

rumus mc

Dimana :

m = message / plainteks

c = cipherteks

D = fungsi Dekripsi

d = kunci dekripsi

E = fungsi Enkripsi

e = kunci enkripsi

Dari dua persamaan diatas dapat ditulis

rumus mc 2

Sehingga terlihat pesan yang telah tersandi dapat dikembalikan menjadi pesan semula.

Algoritma Kriptografi

Berdasarkan jenis kunci yang digunakan, dikenal dua buah algoritma kriptografi , yaitu:

Algoritma kriptografi simetris / private key algorithm. Algoritma kriptografi asimetris / public key algorithm

Algoritma Kriptografi Simetris

Disebut sebagai algoritma simetris, karena dalam proses enkripsi dan dekripsinya menggunakan kunci yang sama. Algoritma enkripsi dan deskripsi bias merupakan algoritma yang sudah umum diketahui, namun kunci yang dipakai harus terjaga kerahasiaanya, dan hanya diketahui oleh pihak pengirim dan penerima saja. Kunci ini disebut sebagai private key. Sebelum berkomunikasi kedua pihak harus bersepakat lebih dahulu tentang kunci yang dipergunakan. Pendistribusian kunci dari satu pihak ke pihak lainnya memerlukan suatu kanal tersendiri yang terjagaan kerahasiaannya. Adapun proses kriptografi simetris dapat kita lihat pada Gambar

proses kriptografi simetris

Algoritma kunci simetris memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, yakni:

Kelebihan :

  1. Waktu proses untuk enkripsi dan dekripsi relatif cepat, hal ini disebabkan karena efisiensi yang terjadi pada pembangkit kunci.
  2. Karena cepatnya proses enkripsi dan dekripsi, maka algoritma ini dapat digunakan pada sistem secara real-time seperti saluran telepon digital.

Kekurangan :

  1. Untuk tiap pasang pengguna dibutuhkan sebuah kunci yang berbeda, sedangkan sangat sulit untuk menyimpan dan mengingat kunci yang banyak secara aman, sehingga akan menimbulkan kesulitan dalam hal manajemen kunci.
  2. Perlu adanya kesepakatan untuk jalur yang khusus untuk kunci, hal ini akan menimbulkan masalah yang baru karena tidak mudah u menentukan jalur yang aman untuk kunci, masalah ini sering disebut dengan “Key Distribution Problem”.
  3. Apabila kunci sampai hilang atau dapat ditebak maka kriptosistem ini tidak aman lagi.

Contoh skema enkripsi kunci simetrik adalah :

a. DES (Data Encryption Standard)

b. IDEA (International Data Encryption Algorithm)

c. FEAL

Algoritma Kriptografi Asimetris

Algoritma asimetrik disebut juga algoritma kunci publik. Disebut kunci publik karena kunci yang digunakan pada proses enkripsi dapat diketahui oleh orang banyak[1] tanpa membahayakan kerahasiaan kunci dekripsi, sedangkan kunci yang digunakan untuk proses dekripsi hanya diketahui oleh pihak yang tertentu (penerima). Mengetahui kunci publik semata tidak cukup untuk menentukan kunci rahasia. Pasangan kunci publik dan kunci rahasia menentukan sepasang transformasi yang merupakan invers satu sama lain, namun tidak dapat diturunkan satu dari yang lain. Dalam sistem kriptografi kunci publik ini, proses enkripsi dan dekripsi menggunakan kunci yang berbeda, namun kedua kunci tersebut memiliki hubungan matematis (karena itu disebut juga sistem asimetris). Adapun proses kriptografi asimetris secara umum dapat kita lihat pada Gambar

Gambar 2.3 Proses Kriptografi Asimetris

Algoritma kunci asimetris memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, yakni:

Kelebihan :

  1. Masalah keamanan pada distribusi kunci dapat diatasi.
  2. Manajemen kunci pada suatu sistem informasi dengan banyak pengguna menjadi lebih mudah, karena jumlah kunci yang digunakan lebih sedikit.

Kekurangan :

  1. Kecepatan proses algoritma ini tergolong lambat bila dibandingkan dengan algoritma kunci simetris.
  2. Untuk tingkat keamanan yang sama, rata-rata ukuran kunci harus lebih besar bila dibandingkan dengan ukuran kunci yang dipakai pada algoritma kunci simetris.

Contoh skema enkripsi kunci asimetrik adalah [1]:

a. DSA (Digital Signature Algorithm)

b. RSA

c. Diffie-Hellman (DH)

Sumber : http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=11%3Asistem-komunikasi&id=379%3Asistem-kriptografi&option=com_content&Itemid=15

« Older Entries